2 insidensi
Etiologi
etiologi rota virus (6)
Faktor infeksi :
Rota virus :
Faktor risiko (9)
Klasifikasi berdasarkan patomekanisme
Klasifikasi berdasarkan who
1. Acute watery diarrhea <14 hari 2. Acute bloody diarrhea = disentri 3. Persistent diarrhea 14 hari / lebih bisa malnutrisi 4. Diarrhea with severe malnutrition (marasmus/kwashiorkor)
Patogenesis rotta virus
Masuknya rotta virus -> 1). …… -> rotta virus mengeluarkan ns-vp4 (non struktural protein ) sebagai 2) ….. -> menempel pada 3) e……-> proliferasi invasi di enterosit -> 4) …… -> sel 5)……. rusak digantikan oleh yang imature -> sel imature blm dapat menghasilkan 6) ……-> 7) …… tidak dapat dicerna/ diabsorbsi ->
(1) 8) ……. -> retensi cairan intraluminal -> 9) tekanan osmotik meningkat -> diare osmotik -> diare akut
(2) 10) difermentasi oleh bakteri usu -> terbentuk 11) ….. dan …… -> ph asam -> feses asam -> 12) …..
Masuknya rotta virus -> 1). Lolos barrier lambung -> rotta virus mengeluarkan ns-vp4 (non struktural protein ) sebagai 2) enterotoksin -> menempel pada 3) enterosit -> proliferasi invasi di enterosit -> 4) villi rusak minimal -> sel 5) crypta rusak digantikan oleh yang imature -> sel imature blm dapat menghasilkan 6) enzim disakaridase -> 7) disakaridase (laktosa) tidak dapat dicerna/ diabsorbsi ->
(1) 8) lactose intolerance sekunder -> retensi cairan intraluminal -> 9) tekanan osmotik meningkat -> diare osmotik -> diare akut
(2) 10) difermentasi oleh bakteri usu -> terbentuk 11) ….. dan …… -> ph asam -> feses asam -> 12) mengiritasi anus
Patofisiologi
Pp
1 hematologi rutin 2. Analisis feses 3. Elektrolit serum 4 bun 5. Kreatiniin 6. Hydrogen breath test -> u/ peningkatan h2
Derajat dehidrasi (ringan < 3%, ringan - sedang (3-9%) , berat >9% (12)
1. Status mental Ringan : baik, sadar Sedang : normal rewel, gelisah, irritable, lemas Berat : apatis, letargi, tidak sadar 2. Mata Ringan : normal Sedang : cekung Berat : dalam 3. Air mata Ringan : normal (ada) Sedang : menurun Berat : tidak ada 4.mulut dan lidah Ringan : basah Sedang : kering Berat : pecah-pecah 5. Rasa haus Ringan : normal bahkan bisa nolak minum Sedang : sangat haus Berat : gamau minum 6. Pernafasan Ringan : normal Sedang : cepat Berat : dalam 7. Denyut jantung Ringan : normal Sedang : normal - meningkat Berat : takikardi, pd kasus berat sampai bradikardi 8. Output urin Ringan : normal Sedang : menurun Berat : minimal 9. Eksteremitas Ringan : hangat Sedang : dingin Berat : dingin 10. Pengisian kapiler Ringan : normal Sedang : memanjng Berat : memanjang, minimal 11. denyut nadi Ringan : normal Sedang : menurun Berat : lemah tidak teraba 12. Turgor kulit Ringan : normal Sedang : < 2s Berat : > 2s
Tujuan menurut who : (5)
• identifikasi 1). …………..
• 2) …….. /……. dehidrasi dan ggng keseimbangan elektrolit
• cegah dan 4) ……… komplikasi spt penyakit berat , ggn elektrolit, ggn metabolik, komplikasi lain dengan ….. dan ….
• 4)……. dan suplementasi ….
• tetap beri 5) ….. pd saat dan pasca diare
Tujuan menurut who : (5)
• identifikasi 1). Adanya penyakit berat / risk timbul komplikasi
• 2) cegah atau koreksi cairan
• cegah dan 4) lakukan penata komplikasi spt penyakit berat , ggn elektrolit, ggn metabolik, komplikasi lain dengan memberi makan dan asi
• 4)terapi obat dan suplementasi zinc
• tetap beri 5) makan / ASI pd saat dan pasca diare
4 unsur tatalaksana who
• pemberian 1) …….. secara ….. sedini mungkin
• 2) ……….. -> cegah dehidrasi / mengobati dehidrasi
• 3) pemberian 3) …….., diteruskan selama diare dan masa penyembuhan
• petunjuk efektif u/ ibu tentang :
- 4) ……..
- 5) ……..
- 6) ……..
4 unsur tatalaksana diare akut
• pemberian 1) cairan secara oral sedini mungkin
• 2) URO ( upaya rehidrasi oral) -> cegah dehidrasi / mengobati dehidrasi
• 3) pemberian 3) makanan dan ASI, diteruskan selama diare dan masa penyembuhan
• petunjuk efektif u/ ibu tentang :
- 4) cara merawat anak diare dirumah
- 5) tanda2 u/ membawa anak kembali berobat
- 6) cara cegah diare dimasa yg akan datang
Rencana terapi B
Rencana terapi B
• berikan oralit sebanyak 1) 75ml x BB atau sesuai tabel :
< 1th = 2) 300ml
1-4 th = 3) 600ml
>5 th = 1200ml
Dewasa = 4) 2400 ml
Dengan catatan :
- 4)kalau anak menginginkan oralit lebih banyak kasih
- ibu tetap memberikan 5)asi
- untuk bayi < 6 bln yang tidak mendapatkan ASI berikan 6) air masak 100-200ml
• amati anak seksama dan bantu ibu beri oralit
• setelah 11) 3-4 jam nilai kembali , pilih rencana terapi A,b / C
1. Bila tidak ada dehidrasi -> terapi A
2 bila tanda menunjukan dehidrasi ringan/ sedang -> terapi b tapi tawarkan 12) makanan susu dan sari buah spt terapi A
3. Bila dehidrasi berat -> terapi C
• bila ibu harus pulang sblm rencana terapi B