E
A. CA1
B. CA2
C. VA3
D. CA4
E. Jawaban A, B, C, dan D semuanya benar.
B. CA2
A. Tubula ginjal prosimal tidak biasa menyerap kembali HCO3 dengan tepat.
B. Biasanya rendah untuk K+ serum normal.
C. Neprokalsinosis dapat menyertai gangguan ini.
D. pH urine < 6 selama masa asidosis
E. Seringkali disebabkan oleh cedera toksik pada tubula-tubula ginjal ( kandungan logam tinggi, protein-protein Bence Jones).
C. Neprokalsinosis dapat menyertai gangguan ini.
A. Seat Rosenthal
B. Astrosit Alzheimer II
C. Unsur glioneuronal
D. Reaktivitas sinaptopisin
E. Sel-sel nuklease dengan penampilan Bizarre
C. Unsur glioneuronal
A. Meningitis
B. kejang-kejang
C. hemorase
D. diseminasi lepromeningeal
E. Hidrosepalus
B. kejang-kejang
A. Rata-rata hitung volume korpuskular (MCV) yang rendah
B. Poikilositosis
C. Kapasitas pengikat besi yang tinggi
D. Menurunnya secara dini rata-rata hitung konsentrasi hemoglobin korpuskular (MCHS)
E. Ferritin serum rendah
D. Menurunnya secara dini rata-rata hitung konsentrasi hemoglobin korpuskular (MCHS)
B
A. IBM memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mempengaruhi otot jauh dari polimiositis kurus kaki
B. IBM lebih jarang tampak berasosiasi dengan penyakit vaskular kolagen atau autoimun
C. Polimiositis jarang memberi respons kepada steroid, sementara IBM mungkin lebih sering memberi respons.
D. IBM mempengaruhi pasien dengan usia tua
E. Biopsi otot pada pasien dengan IBM membuktikan peradangan dan budi inklusi dengan “rimmed vacuoles” yang mengandung amiloid.
C. Polimiositis jarang memberi respons kepada steroid, sementara IBM mungkin lebih sering memberi respons.
A. Artritis rheumatoid
B. Kehamilan
C. Akromegali
D. Amilidosis
E. Penyakit GRAVES
E. Penyakit GRAVES
A. Labirintitis
B. Vertigo posisional proksimal jinak
C. Diseksi arteri vertebral
D. Sakit kepala migrain kompleks
E. Sklerosis majemuk
C. Diseksi arteri vertebral
A. Fibronektin
B. Faktor pertumbuhan epidermal (EGF)
C. Faktor pertumbuhan tumor (TGF- α)
D. Faktor pertumbuhan endothelial vaskula (VEGF)
E. Faktor pertumbuhan fibroblast (FGF)
C. Faktor pertumbuhan tumor (TGF- α)
A. TNF- α
B. IL-1β
C. IL-6
D. Potasium
E. Magnesium
E. Magnesium
A. 5 sampai dengan 10 hari
B. 14 sampai dengan 21 hari
C. 24 sampai dengan 32 hari
D. 42 hari
E. 6 bulan
B. 14 sampai dengan 21 hari
E
B
A. Pons ventrolateral
B. Pontis basis
C. Kapsul dalam bagian belakang
D. Cervicomedullary junction
E. Pons lateral ventral
D. Cervicomedullary junction
A. Lebih dari 10 mL darah keluar dari perut.
B. Evaluasi mikroskopis caiman yang keluar mengungkapkan adanya sel-sel darah merah lebih banyak dari 100.000/mm3
C. Sel-sel darah putih lebih besar dari 500/mm3.
D. Adanya bile atau materi partikulat pada cairan yang keluar
E. Kadar amylase kurang dari kadar serum normal
E. Kadar amylase kurang dari kadar serum normal
A. Weber lateralisasi ke arah kiri, Rinne negatif (b>a). uji Schwabach normal
B. Weber lateralisasi ke arah kanan, Rinne positif (a>b) uji Schwabach normal
C. Weber lateralisasi ke arah kanan, Rinne negatif, uji Schwabach normal atau sedikit lebih lama
D. Weber lateralisasi ke arah kanan, Rinne positif, uji Schwabach abnormal
E. Weber lateralisasi ke arah kiri, Rinne positif ( b > a ). uji Schwabach abnormal
C. Weber lateralisasi ke arah kanan, Rinne negatif, uji Schwabach normal atau sedikit lebih lama
A. Latensi penampilan nistagmus sekitar 2 sampai dengan 12 detik
B. Vertigo dan nistagmus biasanya menghilang 10 sampai dengan 15 detik setelah penampilannya.
C. Perubahan arah nistagmus dengan kepala ke bawah dan nistagmus tetap persisten
D. Habituasi respons dengan manuver yang diulang-ulang
E. Reproduktibilitas kelainan-kelainan yang dicatat manuver ini semakin tidak konsisten.
C. Perubahan arah nistagmus dengan kepala ke bawah dan nistagmus tetap persisten
A. Hidrosepalus
B. Meningioma falx 3-cm
C. Adenoma Hipofise
D. Kiste porensepalis lobe temporal
E. Malformasi arteri-vena lobe okipital
A. Hidrosepalus
A. Terletak di sepanjang tepi atas dari sulkus lateral dan memanjang di bagian belakangnya ke dalam lobe parietal
B. Representasi bagian tubuh memiliki sekuen terbalik dengan yang ditemukan pada daerah somestetos primer dengan dua daerah permukaan yang berdekatan.
C. Representasi tubuh bilateral pada SII, meskipun yang dominan adalah kontralateral
D. Proyeksi-proyeksi kortikal eferen terutama ke arah SI dan korteks motorik primer.
E. Lesi biasanya menyebabkan kelemahan kontralateral.
E. Lesi biasanya menyebabkan kelemahan kontralateral.
A. Tidak mampu menyebut benda-benda (dengan mata tertutup) yang diraba oleh tangan kanan
B. Tidak mampu menyebutkan nama benda yang ditunjukkan pada bidang pandang sebelah kiri
C. Tidak ada gangguan pada hampir semua kegiatan kehidupan siang hari.
D. Tidak mampu meniru desain kompleks dengan tangan kanan
E. Tidak mampu menjalankan perintah dengan tangan kiri.
A. Tidak mampu menyebut benda-benda (dengan mata tertutup) yang diraba oleh tangan kanan
A. Pons, talamus, putamen, serebelum, lobar
B. Putamen, talamus, pons, serebelum, lobar
C. Putamen, talamus, serebelum, pons, lobar
D. Talamus, putamen, serebelum, lobar, pons
E. Talamus, putamen, serebelum, pons, lobar
B. Putamen, talamus, pons, serebelum, lobar
A. Melangkah “magnetik” dengan mengangkang
B. Bradiprenia
C. Inkontinensi
D. Sakit kepala
E. Kenaikan transien pada tekanan intrakranial dengan pemantauan terus menerus
D. Sakit kepala